Karena Diseruduk Motor si Abang tak Bisa Lagi “Seruduk” Bini

0
5

NASIB Legiman (35), benar-benar memelas. Gara-gara pernah diseruduk motor ngetril, syaraf di tubuhnya jadi terganggu. Akibatnya Legiman tak bisa “nyeruduk” istrinya lagi di ranjang. Watini (33), sebagai istri yang masih muda dan enerjik tak bisa menerima, sehingga memilih bercerai cari serudukan lain.

Kebahagiaan rumahtangga tak bisa diukur dengan materi. Banyak orang kaya yang rumahtangganya tak bahagia. Sebaliknya orang yang hidupnya hana pas-pasan saja tapi rumahtangganya bahagia selalu. Dalam rumahtangga, materil (benggol) dan onderdil (bonggol) memang saling diperlukan. Salah satu tak terpenuhi bisa goyah itu barang.

Rumahtangga Legiman – Watini semula bahagia luar biasa. Meski bukan orang kaya, rumahtangganya aman damai nan sejahtera. Dua anak sebagai bukti cinta kasih dan kerjasama nirlaba, telah lahir dan menyemarakkan keluarga muda di Surabaya ini. Sialnya kebahagian itu pendek sekali seperti iklan di TV saja laiknya, orang menyebutnya: sepasar bubar!

Ini semua berawal dari musibah yang dialami Legiman. Saat dia ke kantor dengan naik motor, diseruduk anak muda milenial yang sedang ngetril. Legiman jatuh dari motor dan perlu perawatan selama 2 minggu. Tak ada tulang yang patah maupun bengkok, kecuali daging yang sobek di kepala dan kaki. Selepas dari rumah sakit, selama seminggu istirahat di rumah.

Sebagai istri muda yang enerjik, selama 3 minggu tak dapat nafkah batin dari suami, kelimpungan juga. Baru 4 minggu kemudian dia minta “jatah” yang menjadi haknya. Legiman pun menunaikan gliyak-gliyak (pelan tapi pasti), meski durasinya tak bisa selama yang sudah sudah.

Lain hari mencoba lagi. Tapi bukan semakin berkwalitas, tapi justru malah semakin ngedrop. Ibarat sinyal HP, tadinya masih ada 3 digit, sekarang tinggal 2 digit. Tapi hari lain lagi, justru semakin letoy. Usia belum kepala 4, sudah tak lagi rosa-rosa macam Mbah Marijan.

Malu dengan prestasinya, kini setiap istri mengajak, Legiman menolaknya. Padahal di iklan-iklan margarine di koran dan majalah tahun 1960-an selalu diberi judul “Giman selalu berhasil”, kok sekarang Giman malah selalu gagal. Apakah ini dampak dari kecelakaan yang diderita Legiman sebelumnya. Tapia pa iya, gara-gara diseruduk motor tak lagi bisa “nyeruduk” bini di rumah?

Legiman telah berusaha berobat, misalnya tempat dia diawat dulu. Tapi tak ada kemajuan yang berarti. “Burung” Legiman tak bisa lagi bernyanyi trilili seperti biasanya sebelum kecelakaan. “Kalau kamu tak bisa menerima kenyataan ini, silakan cari suami pengganti, saya siap…..” kata Legiman karena saking putus asanya.

Sebetulnya Watini tak berpikir ke sana, karena kasihan anak-anak. Tapi dorongan cari enak lama-lama lebih kuat ketimbang anak, sehingga saran suami diterimanya. Melalui bantuan pengacara, gugatan perceraian itu dilayangkan ke Pengadilan Agama Surabaya. Biasanya soal beginian, majelis hakim langsung mengabulkan. Kasihan, masih begitu muda Legiman sudah tak mampu begituan! (JPNN/Gunarso TS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here