barang bukti sabu

RRINEWS.CO – BengkalisSebanyak 5 terdakwa penyalahgunaan narkoba jenis 37 kg sabu, 75 ribu butir pil ekstasi dan 10 ribu Pil Happy Five senilai Rp40 miliar dari Malaysia mengaku telah dipaksa jaksa untuk mengaku. Namun tuduhan itu dibantah.

Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis kembali menggelar sidang lanjutan perkara Narkoba jenis sabu 37 kilogram (Kg), 75 ribu butir pil ekstasi dan 10 ribu Pil Happy Five (H-5) senilai Rp40 miliar dari Malaysia dengan lima terdakwa, Selasa (30/7/19) kemarin.

Sidang lanjutan tersebut, dengan agenda mendengarkan keterangan konfrontir dari Penyidik Polairut Polda Riau, Wishnaldo atau sidang verbal lisan karena adanya pernyataan dari kelima saksi mahkota (terdakwa), bahwa ketika dilakukan pemeriksaan sesuai Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Polda Riau, para terdakwa mengaku dipaksa oleh Penyidik.

“Kami dalam melakukan BAP tidak memaksa kepada mereka. Dan kami dalam melakukan pemeriksaan sesuai dengan standar operasional prosedur atau SOP yang ada,” ungkap Penyidik Polda Riau, Wishnaldo dihadapan Majelis Hakim.

Sidang ini menghadirkan kelima terdakwa, yakni SR alias Suci (32), SD alias Surya alias Aki (34), RO alias Jali (33), II alias Iwan (33), MA alias Aris (24).

Untuk kelima terdakwa tersebut, mengangkat dua kuasa hukum dari Jakarta, yakni Achmad Taufan Soedirjo dan Muhammad Ratho Priyasa. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Bengkalis Aci Jaya Saputra, SH.

Majelis Hakim yang menyidangkan perkara ini Ketua, Majelis Zia Ul Jannah, S.H didampingi dua hakim anggota Rizky Musmar, S.H dan Aulia Fhatma Widhola, S.H. Sidang selanjutnya diagendakan bacaan tuntutan dari JPU.

Kasus ini terungkap, berawal Satpolair Polres Bengkalis melakukan patroli rutin dan melihat salah satu kapal pompong kayu sedang terdampar di Perairan Sungai Kembung, Desa Pambang, karena kehabisan Bahan Bakar Minyak (BBM), pada pertengahan Desember 2018 lalu.

Petugas Sat Polair Polres Bengkalis melakukan pemeriksaan dan surat menyurat kapal. Selanjutnya pemilik Kapal RO (terdakwa) meminta izin untuk membeli BBM dengan ditemani oleh dua ABK. Sedangkan satu ABK lagi masih tetap di atas Kapal.

Namun, ketika kembali menuju Kapal untuk mengisi BBM, Rozali bersama dua AKB langsung kabur, karena melihat diatas kapal sudah ramai orang. Dan ternyata dari hasil pemeriksaan Polisi, kapal pompong tersebut mengangkut Narkoba jemis sabu 37 Kg sabu, 75 ribu butir Ekstasi dan 10 ribu Pil Happy Five (H-5).

Rozali kabur bersama dua ABK tersebut, sesuai fakta persidangan di PN Bengkalis pada hari Selasa (23/7/19) lalu, karena disuruh oleh seseorang bernama Azizi melalui sambungan seluler.

Setelah perkara temuan narkoba di atas kapal pompong senilai kurang lebih Rp40 miliar itu dilimpahkan ke Polairud Polda Riau, Penyidik Polda langsung melakukan pengejaran pihak-pihak yang berhubungan dengan peredaran Narkoba tersebut.

Dengan melalui proses penyelidikan panjang sesuai barang bukti, dalam penyidik Polairud Polda Riau, ternyata dibalik penyelundupan Narkoba bernilai puluhan milia itu, menyeret Suci, Surya, Iwan, Aris dan mantan sipir Lapas Bengkalis, Jali.

Setelah dilakukan pengejaran kelima orang tersebut, Senin (31/12/18) penyidikan mendapatkan informasi, bahwa salah seorang pelaku bernama Surya Darma alias Aki berada Denpasar, Bali, juga ada Aki Jali dan Suci.

Sehingga, Tim Penyidik yang dibentuk Polda Riau dan bekerja sama dengan Polda lainnya langsung bergerak ke Denpasar Bali. Tapi tidak menemukan mereka di Bali. Karena pelaku sudah bergerak ke Surabaya melalui Pelabuhan Gilimanuk.

Pada tanggal 5 Januari 2019 lalu, akhirnya pelarian mereka berakhir. Karena pada saat mobil yang ditumpangi mereka melintas di Jalur Pantura, Mapolsek Probolinggo, Polda Jatim, dan langsung diamankan jajaran Polsek Probolinggo, setelah mendapatkan laporan tersangka kabur melalui darat.

Dalam mobil tersebut ada lima orang yakni Suci, Aki, Aris, SY dan M. Namun, dari hasil pengembangan Polisi, SY dan M tidak terlibat dalam perkara tersebut, sehingga keduanya dilepaskan dan hanya dijadikan saksi.***(dik/rtc/fek)

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here