Bakal Terapkan Jumat Bersih, Kasus DBD di Dumai Capai 803

0
1
f-ilustrasi

RRINEWS.CO – DumaiPemko Dumai keluarkan surat edaran Jumat bersih menyusul tingginya angka DBD yang meresahkan masyarakat Kota Dumai. Januari hingga November 2019 Dinas Kesehatan Kota Dumai mencatat 803 Kasus DBD, pada November 2019 angka DBD mencapai 234 kasus.

Pemerintah Kota Dumai mengeluarkan surat edaran Jumat bersih mengajak masyarakat melaksanakan gotong royong untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti pembawa penyakit DBD.

Selasa (3/12/2019) Pemko Dumai melaksanakan rapat evaluasi DBD Selasa dipimpin langsung Walikota Dumai, Drs H Zulkifli As MSi, didampingi Sekda Dumai, Herdi Sulioso, dan para Kadis dan Camat serta lurah se-Kota Dumai di Media Center Jalan Putri Tujuh Dumai.

Walikota minta kepada seluruh elemen masyarakat, mulai dari dinas, camat, lurah hingga masyarakat untuk menggalakan kembali Jumat Bersih.

“Kita akan segera edarkan surat himbauan jumat bersih, jadi masyarakat dan pemerintah harus turun kelapangan untuk menggalakan kembali jumat bersih sebagai salah satu langkah untuk mencegah penyakit DBD menyebar,” katanya.

Dengan adanya surat edaran ini, tambahnya angka kasus DBD yang ada di Dumai bisa berkurang, melihat dua bulan kedepan, masih merupakan musim penghujan

Bukan hanya itu saja, Zul As juga meminta kepada lurah dan camat, untuk tidak bosan-bosan menghimbau masyarakat agar membersihkan rumahnya dari barang-barang bekas yang dapat menampung air dan membuang sampah yang dapat di jadika tempat sarang nyamuk aedes Aygepti.

“Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) harus dilakukan dengan cara menimbun barang-barang bekas yang dapat menampung air, membersihkan bak penampungan air, memberikan bubuk abate dan membuang sampah yang dapat di jadika tempat sarang nyamuk aedes Aygepti,” himbau Walikota.

Wako juga menghimbau seluruh masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Pencegahan DBD yang paling efektif adalah dengan menggalakkan 3M ‎yang dimulai dari rumah sendiri, kemudian lingkungan sekitar,” paparnya.

Wako juga intruksikan kepada setiap puskesmas untuk mensosialisasikan dan langsung terjun ke lapangan jika ditemukan pasien positif DBD.

Akibat Musim Hujan
Sementara, Sekretaris Dinkes Kota Dumai, dr. Syaiful mengakui angka DBD meningkat akibat musim hujan.

Dijelaskan, saat melakukan tinjauan ke lapangan tempat positif DBD, banyak ditemukan sampah-sampah berserakan yang dicurigai menjadi sarang nyamuk Aedes Aegypti.

“Memang untuk kesadaran mayarakat akan kebersihan lingkungan dan rumah masih bisa terbilang rendah, untuk itulah kita akan galakan lagi jumat bersih untuk menekan angka DBD,” kata Syaiful.

Diungkapkannya, sejak Januari hingga November 2019, tercatat sebanyak 803 kasus DBD ditemukan di Kota Dumai.

“Sejak januari hingga november 2019, tercatat sebanyak 803 kasus DBD ditemukan di kota dumai, pasien terserang penyakit DBD langsung ditangani RSUD kota dumai,” tutupnya.***(RAS)

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here