Survei Herbalife Nutrition Mengungkap Bahwa Konsumen Asia Pasifik Memiliki Visi yang Jelas untuk Penuaan yang Sehat, Namun Khawatir pada Penyakit Akibat Imunitas yang Lemah Menempati Peringkat Teratas dalam Kecemasan Terkait Penuaan

0
4
  • Survei mengungkap bahwa kurang dari tiga orang di antara 10 konsumen Asia Pasifik yakin dengan kemampuan mereka untuk melalui proses penuaan dengan sehat

HONG KONG, TIONGKOK – Media OutReach – 5 Oktober 2020 – Perusahaan nutrisi global ternama, Herbalife Nutrition, meluncurkan temuan dari 2020 Asia Pacific Healthy Aging Survey, yang mengungkap bahwa konsumen di Asia Pasifik memiliki visi yang jelas tentang apa makna penuaan yang sehat bagi mereka, namun kurang dari tiga orang di antara 10 konsumen memiliki keyakinan untuk melalui proses penuaan dengan sehat, dengan ketakutan untuk jatuh sakit karena imunitas yang lebih lemah, inilah kekhawatiran mereka yang terbesar.

Untuk membantu menjelaskan tentang ketakutan, kekhawatiran, tingkat kepercayaan diri, dan tindakan yang berhubungan dengan penuaan bagi konsumen di Asia Pasifik, survei ini dilakukan pada peserta jajak pendapat yang sama besar jumlahnya untuk Generasi Z (18 — 23 tahun), Milenial (24 — 39 tahun), Generasi X (40 — 55 tahun), dan Boomers+ (55 tahun dan lebih) di 11 negara, di antaranya Australia, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

“Ini adalah edisi ketiga dari survei kami yang ditujukan untuk mengungkap berbagai kekhawatiran tentang penuaan di seluruh kelompok demografis dan negara di Asia Pasifik, kawasan yang memiliki tingkat harapan hidup rata-rata tertinggi di dunia,” kata Stephen Conchie, Senior Vice President and Managing Director, Herbalife Nutrition Asia Pacific. “Temuan ini menunjukkan bahwa banyak orang merasa khawatir jika jatuh sakit akibat imunitas yang lebih lemah saat mereka mengalami penuaan – akibat yang mungkin timbul karena kekhawatiran mereka tentang kesehatan yang berubah disebabkan oleh pandemi yang masih sedang berlangsung. Selain itu, kami juga mengamati bahwa konsumen di negara Asia Timur Laut, dengan populasi lansia yang cukup signifikan, memiliki tingkat kepercayaan diri yang lebih rendah dalam kemampuan mereka untuk menua dengan sehat jika dibandingkan dengan penduduk lanjut usia di Asia Tenggara.”

“Seiring dengan Bulan Penuaan Sehat (Healthy Aging Month) yang jatuh pada bulan September, inilah saat yang tepat bagi kita untuk memperdalam kesadaran terhadap kebutuhan dalam mengambil langkah-langkah yang lebih awal menuju penuaan sehat dalam hidup kita. Di Herbalife Nutrition, kami percaya bahwa pola makan yang sehat dan gaya hidup aktif dapat memainkan peran dalam mewujudkan perlambatan atau pencegahan dari banyaknya kekhawatiran yang berhubungan dengan penuaan,” tambahnya.

Mendefinisikan Penuaan Sehat

Ketika diminta untuk mendefinisikan penuaan sehat dalam istilah yang lebih nyata, konsumen Asia Pasifik membuat suatu gambaran positif. Responden menyatakan bahwa penuaan sehat dapat diartikan tetap aktif secara mental dan jeli (61 persen), aktif secara fisik (57 persen), tidak menderita penyakit kronis atau akut (56 persen), menjalani hidup yang bebas dan independen (52 persen), dan tidak menjadi beban bagi keluarga mereka saat mereka menua (51 persen).

Kekhawatiran Terkait Penuaan

Lebih dari setengah (54 persen) dari konsumen Asia Pasifik percaya bahwa diskusi tentang bagaimana cara menua dengan sehat seharusnya dimulai antara usia 30 dan 49 tahun. Alasan yang paling umum tentang penundaan diskusi perihal penuaan adalah karena usia mereka masih muda, kemudian penentuan prioritas tentang kesehatan dan gaya hidup mereka saat ini.

Bagi mereka yang risau tentang penuaan, dua pertiga (60 persen) dari konsumen mulai merasakan kekhawatiran antara usia 30 dan 59 tahun, dengan masalah terkait tulang dan sendi yang menempati peringkat teratas dari kekhawatiran spesifik tentang kesehatan, kemudian disusul dengan masalah terkait otak dan mata.

Rasa Takut pada Penuaan

Hanya tiga di antara 10 (28 persen) konsumen Asia Pasifik menunjukkan kepercayaan diri dalam kemampuan mereka untuk melalui proses penuaan dengan sehat. Konsumen di Asia Tenggara umumnya lebih percaya diri daripada konsumen di Asia Timur Laut. Indonesia memiliki kepercayaan diri tertinggi (61 persen), disusul oleh Malaysia (44 persen), dan Filipina (43 persen). Sebaliknya, konsumen di Korea (17 persen), Taiwan (17 persen), Hong Kong (13 persen), dan Jepang (9 persen) menampilkan kepercayaan diri yang paling rendah di seluruh wilayah Asia Pasifik.

Di seluruh kelompok demografis yang berbeda, konsumen yang lebih muda seperti Generasi Z (31 persen) dan Milenial (32 persen) memperlihatkan kepercayaan diri yang lebih besar dalam kemampuan mereka untuk menjalani proses penuaan dengan sehat jika dibandingkan dengan Generasi X (26 persen) dan Boomers+ (24 persen) yang lebih tua.

Rasa takut untuk jatuh sakit karena imunitas yang lebih lemah muncul sebagai kekhawatiran teratas yang terkait dengan penuaan.

  • Dua di antara lima (38 persen) responden khawatir jika jatuh sakit karena imunitas yang lebih lemah saat mereka menua.
  • Satu di antara lima (18 persen) khawatir tentang tanda-tanda penuaan yang terlihat, yang akan mengubah penampilan mereka.
  • Satu di antara lima (18 persen) merasa takut bahwa mereka akan menjadi kurang mandiri karena tubuhnya menjadi semakin lemah.

Sehubungan dengan efek yang mungkin timbul terkait dengan penuaan, yang akan dialami oleh konsumen:

  • 65 persen responden percaya bahwa mereka akan mengalami penurunan dalam ketajaman mental;
  • 57 persen percaya bahwa mereka mungkin akan menderita penyakit kronis atau akut;
  • 50 persen percaya bahwa mereka akan lebih jarang berpartisipasi dalam kegiatan fisik, dan menjadi lebih lemah dari segi fisik ketika mereka menua.

Langkah-langkah Menuju Penuaan yang Sehat

Namun, mayoritas konsumen Asia Pasifik memahami tentang pentingnya penuaan yang sehat, dengan tujuh dari 10 konsumen (73 persen) yang telah melakukan langkah-langkah untuk membantu menjalani proses penuaan dengan sehat. Langkah-langkah yang telah dilakukan di antaranya:

  • Menentukan pilihan nutrisi yang lebih baik (73 persen).
  • Melakukan lebih banyak kegiatan fisik secara rutin (69 persen).
  • Melakukan kegiatan atau hobi yang memberikan stimulasi secara mental (50 persen).
  • Mengonsumsi suplemen yang mendukung proses penuaan dengan sehat (46 persen).
  • Menjalani lebih banyak pemeriksaan kesehatan secara berkala (42 persen).

Dari seluruh kelompok demografis, proporsi yang lebih besar (75 persen) dari konsumen yang lebih tua seperti Boomer+ telah mengambil langkah-langkah menuju penuaan sehat dibandingkan dengan Generasi X (70 persen) dan Milenial (71 persen) yang lebih muda daripada mereka. Konsumen Generasi Z juga sepertinya menjadi kelompok yang kemungkinan kecil mengambil langkah-langkah menuju penuaan sehat, dengan hanya 65 persen yang telah melakukannya.

“Sebagian besar konsumen di Asia Pasifik telah mulai mempertimbangkan penerapan kebiasaan positif untuk menua dengan lebih sehat. Namun, dengan rasa takut terhadap penuaan yang menonjol di kalangan konsumen, kami melihat ada kebutuhan yang penting untuk membantu meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam kemampuan untuk melakukan tindakan yang tepat. Kami percaya bahwa dengan berbagi edukasi mengenai penerapan kebiasaan nutrisi dan kegiatan fisik yang tepat, kami dapat membantu orang-orang menemukan jalan yang tepat menuju penuaan yang sehat,” kata Conchie.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here