Peserta peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan safetyman dan welder yang diselenggarakan PT Pertamina RU II Dumai dalam program CSR 2018

SEORANG Sandro tidak menyangka bisa menjadi salah satu peserta peningkatan kapasitas masyarakat melalui kegiatan pelatihan dan sertifikasi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) yang diselenggarakan PT Pertamina RU II Dumai tahun 2018 dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) pada pilar Pendidikan & Pelatihan atau Capacity Building.

Laporan : MISWANTO, Dumai

Tanpa disadarinya, Sandro turut menciptakan kesadaran pada pemuda lain akan pentingnya keahlian dalam kehidupan ini yang tak bisa mengandalkan ijazah tamatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Kesempatan bekerja itu selalu saja ada namun tak semulus apabila memiliki keterampilan yang siap untuk bekerja. CSR yang disalurkan PT Pertamina RU II Dumai pada masyarakat memberi bukti nyata dalam menggapai cita-cita para pemuda tempatan untuk bisa mandiri dan membuka usaha.

Ada juga yang menjalani pelatihan welder di Balai Latihan Kerja (BLK) peserta mendapatkan pembelajaran intensif kepada seluruh peserta terpilih untuk meningkatkan kemampuan dan keahliannya di bidang pengelasan salah satu tujuan untuk menciptakan wirausahawan baru di bidang bengkel las.

Kendati pelatihan safetyman berlangsung singkat namun memberikan manfaat sangat besar bagi peserta, sebab dengan pembekalan teori dan praktek banyak yang bisa dipetik sebagai bekal bekerja atau membuka usaha.

Tak hanya Sandro yang bisa mengikuti pelatihan safetyman PT Pertamina RU II Dumai, hal sama diungkapkan Azkiya yang memiliki kesempatan mengikuti pelatihan welder SMAW (Shield Metal Arc Welding) bahkan saya bisa berkompetisi dan masuk 10 besar dalam program praktik latihan lapangan (PLL) di Pertamina.

Mereka menyebut dunia welder sangat asing dalam kehidupannya.

Peserta pelatihan welder yang diselenggarakan Pertamina dalam program CSR 2018

“Saya berterimakasih pada Pertamina RU II Dumai yang telah memberikan ilmu sehingga mengenal alat-alat mengelas dan praktik mengelas. Bukan hanya dalam hal memilih kawat las, tetapi turut diajarkan tatacara serta posisi mengelas sehingga hasil sangat baik,”tutur Azkiya dengan polos.

Selama ini saya melihat orang mengelas di bengkel terali, terlihat sangat gampang.”Duh kalau cuma begini saya bisa juga?,”tuturnya di dalam hati.

Tetapi ketika saya mendapat kesempatan belajar, ternyata susah juga ya. Sempat kaget ketika pertama kali memegang gagang dan memasang kawat las saat disentuhkan ke plat besi muncul percikan. Bahkan kawat las selalu lengket dengan plat.

Ternyata apa yang saya lakukan salah, lamban laun instruktur memberikan penjelasan serta tatacara pengelasan yang benar. Alhamdulillah waktu pelatihan beberapa hari yang diberikan PT Pertamina RU II Dumai memberikan hasil sangat memuaskan. Kami sudah bisa mengelas dengan berbagai posisi dan menggunakan kawat las berbagai ukuran. Terima kasih Pertamina, yang telah memberikan ilmu pada kami dan men support
kendati hanya dalam waktu enam hari.

Ungkapan sama diutarakan Bagas Punto Dwiyanto kendati telah puluhan tahun tinggal di Jayamukti namun belum pernah menjejakan kaki ke dalam kilang Pertamina RU II Dumai.

Hati ini selalu bertanya, gimana bentuk kilang Pertamina, ya.

Gayung bersambut, beberapa hari berselang ada penerimaan pelatihan safetyman dan welder yang diselenggarakan PT Pertamina RU II Dumai. Tanpa berpikir lagi saya langsung mendaftar dan bisa menjadi peserta welder.

Selaku pemuda tempatan berharap ada mukzizat dari hasil pelatihan itu.”Ya, ilmunya bisa untuk membuka bengkel las atau bekerja pada perusahaan di Dumai. Saya tergiur dengan sertifikatnya karena berlaku skala nasional dan internasional.

Kenapa saya memilih welder? sebab Dumai merupakan kota industri sudah pasti membutuhkan tenaga kerja las berpengalaman dan bersertifikat makanya ini pilihan tepat.

Dalam dunia Industri pastinya tidak lepas dari sebuah proses penyambungan pipa. Baik itu untuk penyambungan dengan material kayu, baja atau material yang lainnya. Namun untuk dibidang konstruksi baja pastinya dibutuhkan proses penyambungan logam menggunakan mesin las yang dominan las listrik atau (SMAW Shield Metal Arc Welding ).

Las SMAW yang diterapkan dalam pelatihan selama beberapa hari ini proses penyambungan logam yang menggunakan energi panas untuk mencairkan benda kerja dan elektroda (bahan pengisi). Pada proses pengelasan SMAW jenis pelindung yang digunakan adalah selaput flux yang terdapat pada elektroda. Flux pada elektroda SMAW berfungsi untuk melindungi logam las yang mencair saat proses pengelasan berlangsung.
Flux ini akan menjadi slag ketika sudah padat.

Teryata untuk Las SMAW tak semua orang bisa menggunakannya, meskipun kelihatannya mudah. Namun dengan mengikuti prosedur dan cara yang diatur membantu kami mendapatkan hasil memuaskan.

“Usaha selama 6 hari membuahkan hasil, saya bisa terpilih dalam 10 besar untuk mengikuti Praktik Latihan Lapangan (PLL) di Pertamina,”ujar Bagas pria low profile ini.

Terkiat Teknik las SMAW merupakan modal dasar untuk menjadi tukang las profesional. 20 peserta terbaik tidak hanya memperoleh kesempatan PLL. Mereka juga mendapat insentif pembinaan bagi peserta terbaik di masing-masing program. Para peserta terbaik memperoleh kesempatan magang di Pertamina dari bulan September hingga Oktober 2018 lalu.

Untuk menjadi welder bukan hal yang mudah dibutuhkan ketelatenan,belajar pada yang tema dan mendengkar instruktur yang terus menerus hingga mencapai hasil sesuai standar pengelasan yang ditentukan.

Safetyman dalam industri kilang minyak ternyata sangat penting. Mereka salah satu ujung tombak bagi keberhasilan peningkatan budaya safety di Pertamina.

Sebab kilang minyak Pertamina banyak terdapat bahan-bahan berbahaya yang sangat berpotensi terjadinya kebakaran, ledakan, pencemaran lingkungan, dan sebagainya. Repotnya, industri kilang minyak yang mengolah minyak mentah menjadi BBM adalah industri yang melibatkan pekerja dalam jumlah tidak sedikit dan berlokasi tidak jauh dari laut dan pemukiman seperti di Dumai.

Alhasil, jika terjadi insiden, maka tidak saja berpotensi mencederai para pekerja di kilang, tapi juga membahayakan area lingkungan di sekitar kilang. Karena itu, faktor keselamatan (safety) merupakan hal mutlak yang harus dilakukan.

Makanya untuk mencegah kejadian setiap pekerja dibekali pengetahuan dan pemahaman yang sama akan safety.

“Saya awalnya tidak tahu soal safetyman, apa aja tugasnya di pabrik atau di Kilang Pertamina RU II Dumai. ternyata setelah mendengarkan teori serta praktik lapangan, safetyman tugasnya sangat berat karena bertugas menyelamatkan nyawa orang lain serta aset perusahaan,”sebut Muhammmad Junaidi.

Berbekal ilmu yang diberikan Pertamina RU II Dumai dalam pelatihan safetyman dan welder saya lebih memahami tugas dan tanggungjawab yang besar tersebut.

Saya bisa mengikuti pelatihan itu sampai selesai dan memiliki sertifikat profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dengan demikian Dumai akan memiliki lebih banyak tenaga profesional pada bidang Safetyman dan Welder yang berasal dari kalangan pemuda.

M Ihsan peserta Welder dari Kelurahan Bumi Ayu mengaku ilmu yang diperoleh selama pelatihan sangat bermanfaat untuk mendapatkan pekerjaan yang baik.

“Terimakasin Pertamina yang telah memberikan kesempatanan pada saya untuk mengikuti pelatihan welder hingga saya bisa meraih sertifikat. Ilmu yang didapat akan saya pergunakan sebaik mungkin untuk diri saya sendiri dan orang lain,”ujar pria murah senyum ini.

Saya merasa senang dengan kegiatan pelatihan ini, sebab dari awal saya tidak tahu apa yang namanya welder dan sefetyman selama tiga hari untuk teori dan tiga hari untuk praktik, semuanya bisa saya pahami.

PT Pertamina RU Dumai melaksanakan pelatihan program safetyman

“Pertamina men support saya untuk mandiri dengan pembekalan ilmu tentang welder,”ujar Sandro menambahkan.

Namun demikian, satu hal yang ingin dipertanyakan, apa yang Pertamina berikan kepada masyarakat?. Sebuah perusahaan energi terbesar dan berkelas dunia yang mengeksplotasi bumi di negara ini, yang menjalankan usaha minyak, gas, serta energi baru yang terbarukan di Indonesia.

Perusahaan besar yang notabene berkelas dunia tidak memberikan feedback kepada masyarakat, itu mustahil. Pertamina selama 60 tahun terakhir ini, telah memberikan banyak dedikasi dan inovasi kepada masyarakat sekitar terutama ring I dan II, perusahaan ini pun telah menjalankan perannya dengan penuh tanggungjawab
dengan menjadi tulang punggung Indonesia dalam memajukan perekonomian dan membantu menyelesaikan masalah sosial yang timbul di masyarakat.

Seperti apakah tanggung jawab social itu, apakah benar ada atau hanya “iming-iming” saja. Pertamina membuktikan dan menjawab semua teka-teki yang ada. Program Corporate Social Responsibility sebagai solusi yang akan membantu pemerintah memperbaiki indeks pembangunan. Program Corporate Sosial Responsibility ini
mencakup berbagai bidang di masyarakat, kesehatan, lingkungan hingga Pertamina serta memikirkan mutu pendidikan dan pelatihan di Kota Dumai.

Pertamina dan masyarakat Dumai, sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab Pertamina dalam pemberdayaan melalui peningkatan infrastruktur. Pertamina peduli serta program kemitraan dan bina lingkungan, ini semua bentuk tanggungjawab sebagai badan usaha milik negara yang hadir memberikan energi kehidupan.

Program CSR Pertamina tahun 2018 menekan angka pengangguran di Kota Dumai memberikan pelatihan kepada 68 pemuda Kota Dumai mengikuti pelatihan Safetyman & Welder SMAW 3G hingga meraih sertifikat BNSP.

Itu merupakan program CSR yang dijalankan Pertamina khususnya pada pilar Pendidikan & Pelatihan atau Capacity Building, di Gedung Diklat Pertamina.

General Manager Pertamina RU II, Otto Gerentaka hadirnya perusahaan-perusahaan industri di Kota Dumai tidak diikuti dengan ketersediaan tenaga kerja industri mumpuni yang berasal dari Kota Dumai. Oleh karena itu, program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Penyaluran CSR 4 Pilar Pertamina RU II Dumai hingga September 2018 mencapai Rp2.7 Miliar dari rencana program dianggarkan Rp3 Miliar untuk tahun 2018, dibandingkan tahun 2017 lalu realisasi meningkat dari Rp2.5 Miliar. Semua ini dilakukan Pertamina sebagai bukti tanggung jawab dan wujud peduli Pertamina kepada masyarakat.

“Kami berharap program CSR pendidikan & pelatihan ini dapat menjadi modal besar bagi masyarakat Kota Dumai, khususnya para pemuda sebagai generasi penerus bangsa. Sehingga nantinya mereka dapat turut berperan aktif dalam memajukan perindustrian Kota Dumai,” kata Otto.

Ia menambahkan lulusan dari program ini nantinya akan memiliki sertifikat profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dengan demikian Dumai akan memiliki lebih banyak tenaga profesional pada bidang Safetyman dan Welder yang berasal dari kalangan pemuda.

Pertamina Refenery Unit II Dumai dalam menjalankan program CSR pilar pendidikan dan lingkungan hidup di Kota Dumai telah berperan aktif dalam bentuk mengembangkan Sekolah Adiwiyata atau sekolah berbasis lingkungan dengan pendampingan kepada Madrasah Aliyah Negeri (MAN)1 Dumai yang akan mengikuti penilaian
Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional 2018.Program tersebut diwujudkan oleh 
Pertamina RU II Dumai dengan menggelar workshop Penyusunan Kurikulum Berbasis Lingkungan(PKBL) untuk 50 orang guru MAN 1 Dumai

Lanjut GM Pertamina RU II Dumai bahwa Pertamina memiliki perhatian khusus pada pilar 
lingkungan dan pendidikan.Dan program CSR pengembangan sekolah berbasis lingkungan adalah merupakan wujud dari kedua pilar tersebut.

“Sekolah Adiwiyata merupakan upaya yang diusung oleh kementrian lingkungan hidup dalam membentuk genetasi yang cinta lingkungan melalui dunia pendifikan. Untuk itu Pertamina RU II Dumai mendukung program tersebut dengan mengimplemantasikannya kedalm program CSR,”paparnya

Terkait workshop bagi para guru, lebih lanjut dijelaskan,kurikulum yang berbasis lingkungan menjadi salah satu acuan dalam menanamkan karakter cinta lingkungan kepada para siswa disetiap pembelajaran yang diberikan Oleh sebab itu guru perlu dibekali dengan pelatihan penyusunan kurikulum tersebut

Untuk kriteria sekolah yang dilakukan kerjasama dalam program ini menjelaskan, salah satu yang menjadi kriteria untuk mendapatkan program kerjasama dibidang ini 
sekolah tersebut harus memiliki prestasi.jika sekolah tersebut punya prestasi yang baik dan punya kemauan maka Pertamina akan mensuport sekolah bersangkutan untuk memperoleh kerjasama dibidang bimbingan dibidang lingkubgan tersebut

Sejauh ini sambungnya sudah ada 2 sekolah yang mendapat dukungan dana dari Pertamina dalam rangka menuju sekolah adwiyata ini yaitu masing masing MAN 1 Dumai dan SDN 03 Bukitbatu. Sedangkan satu sekolah lagi yang dalam tahap pengusulan adalah SMP Tanjung Palas.

Dan yang lebih membahagiakan lagi Pertamina RU II berkomitment bahwa Program serupa ini akan dilaksanakan setiap tahun. Dan itu semua dilakukan sebagai wujud 
kepedulian perusahaan minyak nasional yang bernama kilang Putri Tujuh Dumai ini dibidang pendidikan lingkungan.

Sementara JR Officer CSR Pertamina RU II Dumai Kevin Kurnia menambahkan bahwa selain bantuan berupa workshop bagi para guru,Pertamina RU II Dumai juga telah komitmen untuk memberikan bantuan berupa green house,rumah kompos,hingga 
sarana pengelolaan sampah yang nantinya akan dikelola oleh siswa

“Kami mendorong MAN 1 Dumai untuk nantinya membentuk ekstra kurikuler siswa yang aktivitasnya merupakan kegiatan partisipatif berwawasan lingkungan dengan sarana yang telah diberikan Pertamina,”terangnya.

Ia juga berharap dari workshop yang dilaksanakan bisa menghasilkan output berupa modul pembelajaran yang dapat menjadi acuan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler siswa tersebut. Sehingga nantinya modul tersebut bisa disebarluaskan untuk sekolah sekolah lainnya. Sekaligus dengan itu pihak Pertamina bisa mendorong Dinas Pendidikan Kota Dumai untuk mereplikasi ekstrakurikuler tersebut untuk sekolah sekolah lainya yang
mana MAN 1 bisa menjadi contoh.***

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here