Ini Resep Pasien Corona di Dumai Sembuh, Paling Utama Hindari Stres

0
5
Riski Kurniawan

RRINEWS. CO- DUMAI – Kepala Bidang Alat Berat dan Laboratorium Dinas PUPR Dumai Riski Kurniawan Tri Sahputra (39) tak pernah menyangka bahwa dirinya terinfeksi Corona Virus Disease (Covid-19).

Dari hasil swab yang dilakukan pada 25 September 2020 menyatakan dia terinfeksi virus SARS- CoV-2.

Hal itu membuat dirinya syok dan kaget dengan hasil tersebut, karena selama ini dirinya selalu menjalankan protokol kesehatan.

Dia mengaku terpapar COVID-19 bukan bergejala atau berkontak dengan pasien positif, namun melakukan swab tes atas kemauan sendiri untuk mengetahui kondisi kesehatan dan menjaga keluarga.

Karena menurutnya, positif corona bukan suatu aib yang harus disembunyikan.

Berkat dukungan dari Kedua oran tua, anak dan istri, keluarga serta masyarakat Dumai atas Support dan doanya terutama walikota Dumai.

Serta rekan-rekan sejawatnya saling memberikan support, saya pun bangkit untuk bisa melawan Covid-19 dengan melakukan isolasi mandiri.

Kata Riski, Rabu (7/10/20).

“Sadar bahwa penyakit itu hanya saya sendiri yang bisa lawan dengan cara menumbuhkan imunitas tubuh sehingga bisa melawan Covid-19. Dan itu pun juga campur tangan dari Allah Subhanahu wa taala,” tambahnya.

Selama menjalani isolasi di rumah, Riski melakukan aktivitas olahraga pagi, minum vitamin dan madu untuk meningkatkan imun tubuh, dan terpenting tidak stress, karena akan menurunkan imun tubuh.

Dia pun memberikan motivasi agar pasien COVID-19 lain tetap semangat, jauhi rasa stres, sedih, dan tingkatkan keimanan, terus berdoa meminta kepada yang kuasa agar dapat melewati cobaan ini.

“Kalau mau cepat sembuh kuncinya jangan stres. Kita harus tetap semangat melalui cobaan ini. Kemudian corona ini bukan aib dan kita tidak perlu malu, semua tidak ada yang menginginkan terpapar Covid-19,” ucapnya.

Ia pun berpesan, agar masyarakat tidak perlu resah dan mengucilkan orang yang positif COVID-19, karena menurut dia, orang yang positif bukan sebuah aib sehingga harus dijauhi apalagi dikucilkan.

Dirinya optimistis, bahwa virus tersebut bisa disembuhkan, dengan perilaku hidup bersih dan sehat, tidak stres, tetap menjaga imun tubuh dan selalu menaati imbauan pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran virus tersebut.

“Pesan saya agar masyarakat tidak mendiskriminasikan pasien. Pasien Covid-19 sangat butuh dukungan mental dan spiritual dari orang-orang terdekat. Jangan malah dijauhi. Kalau mental sudah down bisa memperparah keadaan,” jelasnya.

Sementara untuk treatment pemerintah juga telah mengupayakan penanganan pasien COVID-19 dilakukan dengan terbaik. Pola perawatan di berbagai fasilitas kesehatan pun sudah dilakukan secara optimal. ***(ant)

 

 

 

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here