Ditinggal Bongkar BBM Istri Malah “Dibongkar” Tetangga

0
7
F-karikatur poskotanews

KERJA di SPBU Pertamina menyebabkan Mudrich (35), sering menunggui pembongkaran BBM di malam hari. Tapi sialnya, di saat yang sama istri di rumah, Latifah (30), relakan tubuhnya “dibongkar” Sangidu (40), lelaki tetangga. Setelah kepergok warga, diselesaikan lewat Pengadilan Agama alias cerai.

Dalam Islam terima tamu lelaki di kala suami tak di rumah haram hukumnya. Sebab bisa memancing datangnya setan, lalu memprovokasi untuk berbuat hil-hil yang mustahal. Kecuali jika tamu dan tuan rumah kakek-nenek yang tak lagi punya keinginan apa-apa, kecuali makan minum dan beribadah. Tamu model begitu misinya hanya persahabatan, tak mungkin sampai “pertandingan”.

Mudrich yang biasa ngaji sama ustad kampung, tahu semua soal itu. Maka dia kerja sampai malampun di SPBU di Bisappu Bantaeng (Sulsel) tenang-tenang saja. Dia tak khawatir istrinya, Latifah, berbuat macam-macam. Dan selama ini memang tak pernah terlihat sikap istrinya yang mencurigakan. Di matanya sang istri memang ibu rumahtangga yang baik.

Sebagai pegawai SPBU yang buka 24 jam nonstop, Mudrich sering piket nunggui mobil tengki Pertamina bongkar BBM. Dalam keadaan seperti ini dia baru sampai rumah sudah pukul 22.00, tinggal capeknya. Setelah mandi, makan langsung tidur, tak ingat kewajiban lainnya.

Kondisi ini sering membuat Latifah kesepian, meski tempat tinggalnya di Desa Bonto Dai cukup rame. Dan rasa kesepian bini Mudrich ini tercium oleh lelaki Sangidu yang masih satu kampung kediamannya. Rupanya lelaki ini mahir membedakan mana wanita yang kesepian, mana wanita yang selalu bahagia sepanjang masa lantaran memperoleh perhatian maksimal dari suami.

Setan pun mendorong untuk menindaklanjuti penemuannya tersebut, bisa dilidik dan disidik kalau menurut istilah KPK. Kata setan, membantu orang yang sedang membutuhkan itu sangat besar pahalanya. Coba, setan saja bisa ngomong begitu, apa lagi yang non setan. Maka Sangidu pun terpengaruh oleh ajakan yang menyesatkan itu.

Diam-diam dia mulai mendekati Latifah yang sangat ranum itu. Karena sudah lama kenal, jadi semakin lancar, sampai Latifah sendiri tidak tahu bahwa di situ ada udang di balik batu. Mungkin udangnya juga kesepian, ngkali.

Seminggu dua minggu masih biasa saja, masih hubungan bilateral antar tetangga. Tapi di minggu ketiga sudah mulai menjurus, dan ternyata Latifah tidak menolak. Maka di kala suami di SPBU sedang menunggui pembongkaran BBM dari tengki, di rumah Latifah “dibongkar” sampai dalem-dalemnya oleh Sangidu. “Asyik kan coy,” kata setan sambil mengacungkan jempol.

Entah sudah berapa kali hubungan bilateral itu mengarah ke alat vital. Dan kali ini adegan mesum itu dipergoki tetangga. Maka pasangan mesum itu digerebek, sayangnya Sangidu yang sangid kelakuanya itu sudah kabur duluan. Mudrich yang masih di SPBU ditelpon dan diminta pulang segera. Di rumah kebongkaran.

Mudrich pun segera pulang. Dia kaget sekali ketika mendengar yang terbongkar itu “asset” istrinya, bukan asset barang tak bergerak di rumah. Para tetangga menyarankan Mudrich segera lapor polisi. Tapi rupanya, meski kerja di pompa bensin Mudrich tak pernah ikut terbakar. Jika dilaporkan ke polisi, Latifah pasti ditahan pula karena kena pasal perzinaan.

Maka solusi Mudrich, dia membawa persoalan ini ke Pengadilan Agama Bantaeng, dalam arti menggugat cerai. Dia akan melepaskan istrinya yang sudah diobok-obok Sangidu yang bermental sangid itu. Jika Latifah sudah janda, mau diambil Sangidu silakan saja, sudah tak ada urusan. Mujur betul Sangidu, dapat keenakan tak ada tuntutan. (KC/Gunarso TS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here