KPK Datang, Pegawai Bagian Umum Setda Dumai Bawa Linggis ke Rumah Dinas

0
15
Aparat kepolisian melakukan pendampingan kepada petugas kepolisian saat melakukan penggeledahan di rumah dinas wako

RRINEWS. CO – DUMAI –  Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambangi rumah dinas Walikota Dumai di Jalan Putri Tujuh, Selasa (13/08/2019) sekira pukul 11.00 WIB namun hingga pukul 14.00 WIB penggeledahan belum usai.

Petugas kepolisian masih melakukan penjagaan diluar rumah dinas dengan persenjataan laras panjang.

Walikota Dumai tidak berada di tempat sedang melakukan perjalanan dinas menghadiri kegiatan RPJMN di Medan bersama seorang kepala dinas.

Penyidik KPK diduga kesulitan masuk ke kamar karena terkunci, berselang beberapa menit pegawai dari Bagian Umum Sekdako Dumai mendatangi rumah dinas Walikota membawa satu linggis.

Mereka langsung masuk ke rumah dinas dari pintu belakang.

Hingga berita ini diturunkan belum jelas ruangan mana yang dibongkar paksa.

Tim yang terbagi dua tersebut mendatangi kantor Walikota Dumai Jalan Tuanku Tambusai di Bagan besar, dan rumah dinas Walikota Jalan Putri Tujuh.

Personil KPK menggunakan dua mobil Kijang Innova didampingi personil Polres Dumai. Terlihat ketua TP PKK Dumai Hj Haslinar mendampingi proses penggeledahan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya KPK menggeledah rumah dan kantor Wali Kota Dumai, Zulkifli AS, di Dumai, Riau,Jumat (26/4/2019), tim penyidik KPK memasuki Kantor Sekretariat Wali Kota Dumai pukul 10.30 WIB, sedangkan penggeledahan di kediaman dinas dimulai sejak pagi dan berlangsung hingga pukul 14.00 WIB.

Penyidik KPK datang ke rumah dinas wali kota menggunakan dua mobil minibus dan langsung masuk ke dalam rumah. Selama proses pemeriksaan mereka mendapat pengawalan personel kepolisian bersenjata dari Polres Dumai.

Hingga pukul 12.30 WIB petugas KPK masih melakukan penggeledahan.

Sebelumnya Zulkifli pernah dipanggil KPK sekitar bulan Agustus 2018. Saat itu dia dimintai keterangan KPK di Jakarta terkait dugaan kasus suap usulan dana perimbangan keuangan daerah RAPBN-P tahun anggaran 2018. Zulkifli mengaku tak tahu aliran duit kasus dugaan suap terkait usulan dana perimbangan daerah dalam RAPBN-P 2018.

KPK juga telah menetapkan empat tersangka dalam kasus itu, yakni anggota Komisi XI DPR Amin Santono, Eka Kamaluddin (perantara), Yaya Purnomo (mantan pejabat Kemenkeu yang terkena OTT), serta seorang kontraktor Ahmad Ghiast.

Menetapkan Zulkifli As Wali Kota Dumai 2016-2021 sebagai tersangka pada dua perkara.

Kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK.

Zulkifli diduga memberi uang sebesar Rp 550 juta kepada mantan pegawai di Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Yaya Purnomo dan kawan-kawan.

Uang itu untuk memuluskan urusan dana alokasi khusus Kota Dumai dalam APBN Perubahan Tahun 2017 dan APBN 2018.

“Pada perkara kedua, tersangka ZAS diduga menerima gratifikasi berupa uang Rp 50 juta dan fasilitas kamar hotel di Jakarta. Gratifikasi tersebut diduga berhubungan dengan jabatan tersangka dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya,” kata Laode.***(tim)

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here