Penemuan Mayat Bayi Terbakar di Batam

0
21
Pelaku pembuangan bayi (En) di Batuaji. (Foto: ist/batamnews)

Pelaku Dihamili Warga Malaysia, Melahirkan di Toilet Kos

RRINEWS.CO – BatamPelaku pembuangan bayi di tempat sampah di Perumahan Muka Kuning II, Batuaji, Batam, Kepri akhirnya ditangkap oleh Jajaran Polsek Batuaji beserta Satreskrim Polresta Barelang, Rabu (25/7/2018) malam.

Pelaku pembuangan bayi tersebut (En) merupakan penghuni kos yang juga ibu dari bayi itu.

Kapolresta Barelang, Kombes (Pol) Hengki mengatakan bahwa pelaku melahirkan bayinya seorang diri di kamar kosnya.

“Pelaku sudah ditangkap dan merupakan penghuni kos di tempat sampah bayi itu terbakar,” ujar Hengki, Kamis (26/7/2018) dini hari.

Lebih lanjut Hengki menjelaskan bahwa En melahirkan sejak seminggu yang lalu, dan menyimpan mayat bayinya di samping kamar kosnya yang dalam keadaan kosong.

“Karena sudah mulai tercium aroma yang tidak sedap, pelaku membawa mayat bayinya ke luar dan membuangnya ke tempat sampah,” kata Hengki.

Sehingga pada Rabu (25/7/2018), salah seorang penghuni kos membakar sampah dan mencoba membalikkan sampah, kemudian menemukan selimut yang menjadi pembungkus bayi.

Pihaknya belum mengetahui bayi itu sudah keadaan meninggal setelah dilahirkan atau belum.

“Namun menurut pengakuan pelaku, bayinya sudah meninggal, tapi masih kami selidiki,” katanya.

En baru saja seminggu yang lalu tiba dari Malaysia. Dan masih dalam keadaan mengandung, namun di Malaysia dia sudah memakan pil untuk menggugurkan bayinya.

“Berdasarkan penuturan tersangka, dia sudah minum pil untuk menggugurkan kandungannya, dan ayah dari bayi itu merupakan warga negara Malysia,” jelasnya.

Menurut penghuni kos lainnya, En pintar menyembunyikan perutnya sehingga tidak kelihatan sedang mengandung.

“Penghuni kos lainnya tidak mengetahui En sedang hamil, pelaku pintar menyembunyikan perutnya, En juga baru menjadi penghuni kos tersebut,” katanya lagi.

Begini Cara En Melahirkan Sebelum Buang Jasad Bayinya

En membuang bayi di tempat sampah Perumahan Muka Kuning II, Batuaji, Batam, melahirkan saat usia kandungannya 7 bulan. Posisi janin dalam keadaan sunsang.

En melahirkan sendirian di kamar kosnya, saat itu ia kesakitan di bagian perutnya. Kemudian ia ke toilet.

“Waktu di toilet, tiba-tiba saja sudah keluar bayinya,” pengakuan En, kepada penyidik di Mapolsek Batuaji, Kamis (26/7/2018).

Sambil menangis tersedu-sedu, En menceritakan bahwa pada saat itu, ia melihat kaki anaknya yang keluar terlebih dahulu.

Kemudian ia langsung menarik dan memotong tali pusar anaknya. Kondisi janin yang prematur itu sudah dalam keadaan meninggal.

“Setelah itu aku langsung bungkus pakai kain, dan meletakkanya di kamar kosong samping kamarku, aku tak bunuh kak, bisa dicek nanti,” kata dia.

Tepatnya En melahirkan bayinya pada tiga hari lalu sebelum ditemukan oleh penghuni kos lain di tempat sampah. En juga membantah jika ia meminum obat-obat yang bertujuan untuk menggugurkan kandungannya.

Akibat perbuatannya, En dijerat pasal 342 KUHP tentang aborsi dengan ancaman pidana penjara paling lama 9 tahun.***(btmn)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here