Pemerintah Tawarkan China Proyek Rp191 Triliun

0
602
pembangunan jalan tol

RRINEWS.CO – JakartaBadan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menawarkan proyek-proyek infrastruktur dengan skema kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dalam kegiatan Market Sounding kepada 90 investor China.

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Tamba P. Hutapea menjelaskan langkah ini merupakan kegiatan yang dilakukan BKPM saat berkunjung ke China.

“Total nilai investasi dari proyek-proyek infrastruktur yang ditawarkan tersebut mencapai US$ 13,2 miliar,” ujar Tamba dalam keterangan tertulis BKPM, di Jakarta, Senin (27/8/2018).

Jika dikonversi ke rupiah, nilai proyek yang ditawarkan ke China sekitar Rp 191 triliun (kurs US$ 1 = Rp 14.500)

Kunjungan BKPM ke kota Guangzhou ini dilakukan pada 23 Agustus 2018. Ia menjelaskan kegiatan ini merupakan kegiatan market sounding di Tiongkok yang ketiga, setelah sebelumnya dilaksanakan di Shanghai 3 Agustus 2018 dan Beijing 8 Agustus 2018.

Ia menjelaskan, pohaknya bekerja sama dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia Guangzhou serta didukung oleh China Export & Credit Insurance Corporation (Sinosure) selama pelaksanaan Market Sounding.

Sebagai salah satu kota terbesar, Guangzhou dipilih karena memiliki keunggulan sebagai salah satu simpul logistik Tiongkok yang banyak memiliki perusahaan global dibidang infrastruktur.

“Kegiatan Market Sounding di Guangzhou, Tiongkok ini dilakukan untuk menawarkan proyek pembangkit listrik skema IPP dan proyek jalan tol di beberapa daerah. Disamping itu, PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII) turut melengkapi informasi fasilitas untuk proyek infrastruktur skema KPBU dengan memaparkan penjaminan yang dapat diberikan oleh pemerintah,” kata Tamba.

Menurut Tamba beberapa pengusaha dari Tiongkok yang hadir berasal dari berbagai sektor antara lain perusahaan investasi, konstruksi, infrastruktur pembangkit listrik, finansial, serta perwakilan pejabat Pemerintah Provinsi Guangdong, Tiongkok.

“Dalam upaya untuk menyediakan infrastruktur, Pemerintah Indonesia memberikan peluang yang seluas-luasnya kepada pihak swasta dari dalam maupun luar negeri untuk berpartisipasi dalam proyek infrastruktur skema KPBU karena adanya dukungan pemerintah dalam bentuk penjaminan dan fasilitas fiskal dan non-fiskal yang dapat dimanfaatkan oleh investor,” jelas Tamba.

Perusahaan-perusahaan infrastruktur terkemuka dari Tiongkok yang hadir di antaranya, CCCC Industrial Investment Holding Co, Ltd, China Energy Engineering Group Guangdong Electric Power Design Institute Co, Ltd, Guangdong Zhiyuan New Material Co, Ltd, GD Shengda Investment Group, China Southern Power Grid Co, Ltd dan perusahaan-perusahaan lainnya.

“Beberapa perusahaan tersebut telah menyatakan minat untuk berpartisipasi dengan melakukan investasi dan pelaksanaan pembangunan dari proyek-proyek yang ditawarkan. Minat yang ditunjukan oleh perusahaan Tiongkok tersebut akan ditindaklanjuti oleh BKPM bersama KJRI Guangzhou, para penanggung jawab proyek, dan Sinosure,” jelas dia.

Sementara itu Konsulat Jenderal RI untuk Guangzhou Gustanto menyampaikan bahwa di tengah perkembangan situasi ekonomi global saat ini, investor Tiongkok dapat memanfaatkan lebih banyak peluang investasi yang ada di Indonesia.

“Kalau kondisinya seperti ini Tiongkok dapat memanfaatkan lebih banyak peluang investasi yang ada di Indonesia,” kata Gustanto.

Turut hadir dalam acara tersebut para penanggung jawab proyek yang terdiri dari BP Batam dengan proyek pengembangan Bandar Udara Hang Nadim, LRT Batam, dan beberapa kawasan industri, Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) dengan proyek Bandar Udara Sibisa dan infrastruktur pendukung Integrated Resort.

Pemerintah Kota Pekanbaru dengan proyek Sistem Pengembangan Air Minum (SPAM) Pekanbaru dan infrastruktur pendukung Tenayan Industrial Park Agung Podomoro Land dengan proyek infrastruktur pendukung Pluit City dan PT Kendal Industrial Park dengan proyek Kendal Port dan infrastruktur pendukung kawasan industri.(hns/dtc/hns)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here