Kejar Target PAD, Bapenda Segel Sarang Walet

0
10
Kejar Target PAD, Bapenda Segel Sarang Walet

RRINEWS.CO- DumaiBadan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Dumai mengancam akan menyegel rumah sarang burung walet yang enggan membayar pajak.

Bapenda telah menyurati pemilik usaha sarang burung walet agar segera melaporkan pendapatannya ke Bapenda Kota Dumai agar tidak disegel.

Hal itu disampaikan Kepala Bapenda Kota Dumai H Marjoko Santoso di ruang kerjanya, Selasa (29/9/2020).

“Sebanyak 123 pemilik usaha sarang burung walet di Dumai belum melaporkan pajaknya, kita beri waktu hingga 30 September 2020, jika tidak membayar akan kita segel,” kata Marjoko.

Pemilik usaha, lanjutnya, sudah disurati, bahkan tempat usaha sarang walet juga sudah ditempel stiker tanda belum bayar pajak.

“Jika sampai 30 September 2020 belum melaporkan pajaknya, terpaksa akan kita segel,” tegasnya.

Dijelaskan Marjoko, sesuai Perda, bagi pengusaha sarang burung walet yang terlambat membayar pajak akan dikenakan denda keterlambatan.

“Denda keterlambatan penyampaian laporan sebesar 25 persen dari jumlah pendapatan. Sedangkan denda bunga keterlambatan 2 persen per bulan,” terang Marjoko.

Marjoko berharap, pengusaha sarang burung walet segera melaporkan omsetnya lalu membayarkan pajaknya di kantor Bapenda Kota Dumai.

Lebih lanjut Marjoko mengatakan saat ini baru sekitar 51 objek pajak sarang burung walet yang taat melaporkan pendapatannya dan membayar pajaknya ke Bapenda Dumai.

Akibat masih banyaknya pengusaha sarang burung walet yang belum melaporkan pajaknya, diakui Marjoko penerimaan pajak sarang burung walet masih rendah.

“Sampai September sektor tersebut baru menyumbangkan pendapatan daerah Rp24,5 juta lebih atau 21,35 persen dari target refocousing Rp115,2 juta, besaran pajak atas sarang burung walet yang diterima masih sangat jauh dari target. Hal itu diakibatkan masih banyak pengusaha penangkaran sarang burung walet yang belum taat membayar pajak,” sebut Marjoko

Sebelumnya Bapenda dan Asosiasi Sarang Burung Walet (ASBW) Kota Dumai sudah mensosialisasikan Perda Pajak Sarang Burung Walet, namun sampai saat ini, pengusaha sarang burung walet yang membayar pajak masih minim.

“Untuk itu kami akan terus melakukan upaya jemput bola agar target pendapatan dari sektor pajak sarang burung walet dapat tercapai sampai Desember 2020,” pungkasnya.***(inf/diskominfo)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here